Islam adalah agama Allah ‘Azza wa Jalla
yang sempurna dan penuh petunjuk. Tak satu agama pun yang diridhoi-Nya
selain Islam. Kemulian, keindahan, keagungan dan segala sifat yang
terpuji telah menjadi cahaya Islam yang tidak akan sirna hingga hari
kiamat. Betapapun kebencian orang-orang yang anti terhadapnya, namun
Islam tetaplah Islam, kemulian dan keagungannya akan tetap menghiasinya
walaupun musuh-musuh Allah berusaha untuk memadamkan kemilaunya, walaupun orang-orang munâfiqûn
tak kenal letih dan tiada kehabisan akal dalam mendatangkan makar di
tengah kebesarannya, dan walaupun segelentir penganutnya –sadar maupun
tak sadar- telah mencoreng dan merusak keindahannya di mata manusia.
Ingatlah bahwa Allah Jalla Jalâluhu telah menegaskan,
“Mereka
ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut
(ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya
meskipun orang-orang kafir benci. Dia-lah
yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar
agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang
musyrik benci.” (QS. Ash-Shof : 8-9)
“Dia-lah
yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar
dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai
saksi.” (QS. Al-Fath : 28)
“Mereka
(ornag-orang munâfiqûn) berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali
ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang
lemah daripadanya. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi
Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu
tiada mengetahui.” (QS. Al-Munâfiqûn : 8)
Dan
patut untuk diketahui bahwa akan tetap ada dari ulamanya yang akan
membela dan menampakkan kebenarannya hingga hari kiamat. Rasulullâh shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam bersabda,
لاَ
تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ
يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
“Terus
menerus ada sekelompok dari umatku yang mereka tetap nampak diatas
kebenaran, tidak membahayakan mereka orang mencerca mereka hingga datang
ketentuan Allah (hari kiamat) dan mereka dalam keadaan seperti itu.” [1]
Dan ingatlah, akan tetap ada yang akan tampil dari ulamanya guna menjawab segala tuduhan, menepis segala syubhat (kerancuan, kesamaran) dan menghancurkan seluruh makar musuh-musuhnya. Sebagaimana dalam sabda Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam,
يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ يَنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ وَانْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ
“Ilmu
(agama) ini akan disandang -pada setiap generasi- oleh orang-orang
adilnya. Mereka menepis darinya tahrîf (perubahan, pembelokan)
orang-orang yang melampaui batas, jalan para pengekor kebatilan dan
takwîl orang-orang jahil.” [2]
Untuk
memandang sedikit dari keindahan Islam itu dan untuk menghirup semerbak
kewangiannya, kami mengajak para pembaca untuk memperhatikan beberapa
prinsip penting dalam syari’at Islam berikut ini.
[1] Hadits Mutawâtir. Riwayat Al-Bukhâri, Muslim dan selainnya. Dilihat takhrijnya dalam Silsilah Al-Ahâdîts Ash-Shohîhah no. 270, 1955-1962 karya Imam Al-Albânyrahimahullâh. Dinyatakan mutawâtir oleh Ibnu Taimiyah dan selainnya. Baca Nazhmul Mutanâtsir Min Al-Ahâdîts Al-Mutawâtir hal. 151 karya Al-Kattâny.
[2] Diriwayatkan oleh sejumlah shahabat radhiyallâhu ‘anhum, dan ia adalah hadits yang kuat dari seluruh jalannya. Baca Bashâ`ir Dzawi Asy-Syaraf bi Marwiyyât Manhaj As-Salaf hal. 111-114 karya Salîm Al-Hilâly.
dikutip dari : http://jihadbukankenistaan.com







0 komentar:
Posting Komentar